Revitalisasi Embung Maluhu, dari Irigasi ke Destinasi Pariwisata
KLIKSAMARINDA – Embung Maluhu di Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), tak lagi sekadar genangan air untuk sawah.
Revitalisasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar telah mengubah wajah embung ini menjadi pusat kegiatan multifungsi.
Kini, Embung Maluhu memiliki fungsi irigasi pertanian hingga potensi wisata edukatif berbasis lingkungan.
Diresmikan oleh Bupati Kukar Edi Damansyah pada Rabu, 23 April 2025 lalu, Embung Maluhu memiliki daya tampung hingga 3.000 meter kubik. Embung ini memiliki luas genangan lebih dari setengah hektare.
Selain menyuplai air untuk 15 hektare sawah milik warga di enam RT yaitu RT 17, 18, 19, 20 dan 21, embung ini juga dirancang menjadi ruang publik yang ramah keluarga.
“Kami ingin embung ini tidak hanya menyelamatkan pertanian tapi juga menjadi tempat rekreasi dan pembelajaran bagi masyarakat,” ujar Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, Minggu 1 Juni 2025.
Ia mengatakan sejumlah fasilitas akan dibangun di sekitar embung seperti jogging track, gazebo, hingga ruang edukasi tentang pertanian dan konservasi air.
Harapannya, kawasan ini menjadi sarana edukasi sekaligus pelestarian lingkungan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
“Embung ini akan kami desain sebagai tempat yang nyaman untuk belajar, berwisata dan tentunya tetap mendukung keberlanjutan alam,” katanya.
Dari sisi pertanian, dampaknya sudah terasa nyata. Sistem irigasi yang lebih baik membuat petani bisa memanen padi 3 hingga 6 ton per hektare. Warga pun merasa lebih tenang menghadapi musim tanam.
“Alhamdulillah sekarang air bukan lagi jadi masalah. Embung Maluhu benar-benar menyambung hidup bagi sawah-sawah kami,” ucapnya.
Revitalisasi ini menjadi bukti bahwa infrastruktur kecil bisa membawa perubahan besar bagi warga Maluhu, embung bukan hanya sumber air.
“Ketika sawah terairi, warga bisa menanam,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo Kukar)



